Oleh: aguspunya | November 24, 2009

Lupa Password Lockdir.exe

Jika Anda pernah menggunakan tool Folder Protector, dan lupa password yang diisikan.

Ada cara untuk mengambil data-data yang tersimpan didalamnya dan tidak perlu lepas harddisk.

Caranya :

Booting-lah menggunakan CD Linux, dalam hal ini yang saya punyai adalah CD Ubuntu Desktop 9.10. Pilih mode Live CD dan tunggu sampai benar-benar masuk ke dalam Ubuntu Desktop.

Mounting/buka partisi yang berisi data yang ter-lock.
Masuk ke disk/folder yang berisi file lockdir.exe

Jangan lupa show hidden file, nanti akan terlihat sebuah file bernama  “thumbs.db” yang tidak bisa dibuka menggunakan MS-Windows.

Disinilah sebenarnya semua data yang ter-lock dikumpulkan. Tinggal diperhatikan saja sebuah folder yang diberi nama dengan kombinasi karakter ASCII.

Misal :

sysúoúo
úo
dan lain-lain.

Jika di paksa dibuka menggunakan MS-Windows, dalam hal ini saya menggunakan Command Prompt akan keluar pesan “The system cannot find the path specified.”

Nah dengan Ubuntu, folder dengan karakter ASCII tersebut bisa ditembus. Dan ketemulah data-data rahasia yang tersimpan didalamnya.

Selanjutnya tinggal Anda kopikan semua data-data  ke tempat lain yang di kehendaki.

Oleh: aguspunya | Juli 4, 2009

Mounting UFD di Ubuntu Server

“Saya tulis ini karena saya sendiri sering lupa”

Bagaimana caranya mounting USB Flash Disk (UFD) melalui terminal Ubuntu?

Begini caranya :
Tancapkan UFD ke port USB
Lihat UFD tadi terpasang ke device yang mana, dengan perintah
~$ sudo fdisk -l

hasilnya seperti ini :
Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sdb1               1         130     1044193+   b  W95 FAT32

Diketahui bahwa UFD mendapatkan id /dev/sdb1

Sebelum di mounting, dibuat dulu aliasnya misal di /media/ufd1
~$ sudo mkdir /media/ufd1

Jadi langsung saja UFD di mounting dengan perintah :
~$ sudo mount /dev/sdb1 /media/ufd1

Sebelum dicabut berikan perintah :
~$ sudo umount /media/ufd1

~$

Dikarenakan printer server sering bermasalah pada saat terpasang di Windows Server 2003, maka printer saya pindahkan ke server Ubuntu dengan harapan printer selanjutnya dapat berjalan dengan normal.

Setelah mencari-cari di beberapa website akhirnya ketemu juga setelah saya rangkum kembali.

Misal : IP Server adalah 192.168.1.1

Install CUPS :

sudo apt-get install cupsys

Konfigurasi ulang CUPS :

sudo vi /etc/cups/cupsd.conf

Tambahkan dan edit beberapa baris konfigurasi seperti dibawah ini;

# Only listen for connections from the local machine.
Listen localhost:631
Listen 192.168.1.1:631
Listen /var/run/cups/cups.sock

# Show shared printers on the local network.
Browsing On
BrowseOrder allow,deny
BrowseAllow all
BrowseAddress @LOCAL

# Default authentication type, when authentication is required…
DefaultAuthType Basic

# Restrict access to the server…
<Location />
Order allow,deny
Allow 192.168.1.*
</Location>

# Restrict access to the admin pages…
<Location /admin>
Order allow,deny
Allow 192.168.1.*
</Location>

# Restrict access to configuration files…
<Location /admin/conf>
AuthType Default
Require user @SYSTEM
Order allow,deny
Allow 192.168.1.*
</Location>

Setelah selesai, simpan konfigurasi diatas dan restart CUPS

sudo /etc/init.d/cupsys restart

Download file driver .rpm dari :

http://www.avasys.jp/lx-bin2/linux_e/ink/DL1.do

konversi .rpm ke .deb

sudo alien –scripts pips-sc67-cups-2.6.3-1.i386.rpm

Install menggunakan perintah :

sudo dpkg -i pips-sc67-cups-2.6.3-1.i386.deb

Setelah selesai installasi driver, tambahkan printer menggunakan perintah :

sudo /usr/sbin/lpadmin -p sc67 -E -v ekplp:/var/ekpd/ekplp0 -m eksc67.ppd

atau menambah printer melalui browser ke http://192.168.1.1:631

Tes cetak file menggunakan perintah :

sudo lp -d sc67 contoh.txt

Adakalanya hal seperti ini akan cukup mengganggu jika kita mengakses server email yang dibuka tidak menggunakan web mail tapi menggunakan email client seperti MS-Outlook.

Internet Security Warning

Hal tersebut dikarenakan di komputer client belum mendownload sertifikat yang sesuai dengan sertifikat yang telah terinstall secara default di Zimbra Server kita buat dengan feature SSL.

Untuk dapat menambahkan Self-Signed SSL Certifikat di komputer client lakukan langkah-langkah sebagai berikut :

Login ke server sebagai user root.

Masuk ke direktory ca
~$ sudo cd /opt/zimbra/ssl/zimbra/ca

Lakukan konversi file dari format PEM ke format DER
~$ sudo openssl x509 -in ca.pem -out ca.der -outform DER

Kopikan file yang telah di konversi
~$ sudo cp /opt/zimbra/ssl/zimbra/ca/ca.der /opt/zimbra/httpd/htdocs/

Masuk ke direktory htdocs
~$ sudo cd /opt/zimbra/httpd/htdocs

Edit file mime.types
~$ sudo vi /opt/zimbra/httpd/conf/mime.types

Pastikan sudah ada baris
application/x-x509-ca-cert    der
dan jika belum ada tambahkan baris tersebut.

Secara default sudah ada dengan isi baris
application/x-x509-ca-cert    der crt
jika memang sudah ada, abaikan saja.

Setelah selesai mengedit, simpan jika ada perubahan.

Restart apache zimbra dengan perintah
~$ sudo su – zimbra
~$ sudo zmapachectl restart
~$ exit

Jika proses restart diatas tidak berhasil, restart saja zimbranya
~$ sudo /etc/init.d/zimbra restart

Buka di browser dengan address http://namaserver:7780/ca.der

hal ini akan mendownload & menginstall sertifikat keamanan email server anda ke komputer.

Lakukan hal yang sama untuk handphone atau PDA Anda dengan mendownload & menyimpan sertifikat tersebut sebelum melakukan setingan email di gadget Anda.

Oleh: aguspunya | Januari 6, 2009

Mengubah eth Link Speed di Ubuntu

Mengubah eth Link Speed di Ubuntu

Adakalanya jika eth yang kita pakai mempunyai link speed yang berbeda dengan eth perangkat lain yang akan kita hubungkan secara langsung tanpa menggunakan switch/hub, misalnya menghubungkan PC ke PC menggunakan kabel cross, PC ke Modem, PC ke Router.
PC yang pertama menggunakan eth dengan link speed 100Mbps dan yang PC yang kedua masih menggunakan eth model lama dengan link speed hanya 10Mbps.

Karena link speed yang berbeda itulah maka kedua perangkat tidak akan terhubung.
dan jika di ping akan menghasilkan “Destination Host Unreachable”.

Agar dapat terhubung, salah satu link speed eth yang lebih tinggi harus diturunkan agar sama diantara keduanya.

Caranya :

Cek dulu status dari eth yang akan diturunkan link speed-nya :

~$ sudo ethtool eth0
Settings for eth0:
Supported ports: [ TP MII ]
Supported link modes:   10baseT/Half 10baseT/Full
100baseT/Half 100baseT/Full
Supports auto-negotiation: Yes
Advertised link modes:  10baseT/Half 10baseT/Full
100baseT/Half 100baseT/Full
Advertised auto-negotiation: Yes
Speed: 100Mb/s
Duplex: Full
Port: MII
PHYAD: 32
Transceiver: internal
Auto-negotiation: on
Supports Wake-on: pumbg
Wake-on: d
Current message level: 0×00000007 (7)
Link detected: yes

Mengecek kondisi link sekarang :

~$ sudo mii-tool eth0
eth0: autonegotiation failed, link ok

Mulai mengubah/menurunkan link speed eth menjadi 10Mbps :

~$ sudo mii-tool -F 10baseT-HD eth0

Ket :
10baseT-HD -> Half Duplex
10baseT-FD -> Full Duplex

Cek kembali status link speed :

~$ sudo ethtool eth0
Settings for eth1:
Supported ports: [ TP MII ]
Supported link modes:   10baseT/Half 10baseT/Full
100baseT/Half 100baseT/Full
Supports auto-negotiation: Yes
Advertised link modes:  10baseT/Half 10baseT/Full
100baseT/Half 100baseT/Full
Advertised auto-negotiation: Yes
Speed: 10Mb/s
Duplex: Half
Port: MII
PHYAD: 32
Transceiver: internal
Auto-negotiation: on
Supports Wake-on: pumbg
Wake-on: d
Current message level: 0×00000007 (7)
Link detected: yes

~$ sudo mii-tool eth0
eth0: 10 Mbit, half duplex, link ok

Sekarang cek apakah sudah berhasil terhubung diantara keduanya :

~$ ping 192.168.0.1 -c 3
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=64 time=1.26 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=64 time=1.04 ms
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=64 time=1.03 ms

— 192.168.0.1 ping statistics —
3 packets transmitted, 3 received, 0% packet loss, time 2009ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.036/1.114/1.264/0.106 ms

Apabila ternyata hubungan masih belum berhasil, coba cek kondisi kabel UTP, kebersihan konektor RJ-45 dan jika

menggunakan kabel cross cek apakah sudah benar susunan kabelnya.

Agar penurunan link speed menjadi permanen untuk setiap kali PC di restart, gunakan perintah :

~$ sudo ethtool -s eth0 speed 10 duplex half

Oleh: aguspunya | Juni 6, 2008

Instalasi Webmin di Ubuntu Server 8.04 LTS

Webmin adalah interface web-base yang memberi kemudahan dalam pengaturan sistem Linux, dalam hal ini adalah Ubuntu Linux.
Seperti management sistem, Webserver, DHCP, IM server, Samba, hardware, network, bandwidth monitoring, firewall, VPN, database, Squid, Postfix dll.

Untuk mengaksesnya menggunakan URL https://alamat:port

misal :
https://localhost:10000
https://192.168.1.2:10000
https://202.155.xxx.xxx:10000

Berikut beberapa panduan instalasinya

***
1. Instalasi menggunakan Aptitude repository

Edit repository
~$vi /etc/apt/sources.list

tambahkan alamat
deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib

jangan lupa update
~$apt-get update

dan install webmin
~$apt-get install webmin

Library/dependencies pendukung akan terinstall otomatis selama terupdate di repository.

Extra packages :
libauthen-pam-perl libio-pty-perl libmd5-perl libnet-ssleay-perl

New packages :
libauthen-pam-perl libio-pty-perl libmd5-perl libnet-ssleay-perl webmin
***
2. Instalasi dari .deb package
Download package dari http://www.webmin.com/download.html

Versi terakhir Webmin adalah 1.420 : http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin_1.420_all.deb

Install library/dependency yg diperlukan
~$apt-get install perl libnet-ssleay-perl openssl libauthen-pam-perl libpam-runtime libio-pty-perl libmd5-perl

Install .deb package yang sudah didownload tadi
~$dpkg –install webmin_1.420_all.deb

Proses instalasi berjalan otomatis dan semua tersimpan di folder /usr/share/webmin

***
3. Instalasi dari .tar.gz

Download package instalasinya
~$wget http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin-1.420.tar.gz

Ekstrak & install file tersebut :
~$tar xzvf webmin-1.420.tar.gz

~$cd webmin-1.420

~$sh setup.sh

Akan memulai proses instalasi beserta beberapa pertanyaan

Config file directory [/etc/webmin]:
abaikan saja, ikuti setingan default sistem

Log file directory [/var/webmin]:
abaikan saja, ikuti setingan default sistem

Full path to perl (default /usr/bin/perl):
abaikan saja, ikuti setingan default sistem

Operating system:
Pilih 6

Version:
Pilih 6

Web server port (default 10000):
Abaikan saja, ikuti setingan default system

Login name (default admin):

Login password:

Password again:

Use SSL (y/n):y

Start Webmin at boot time (y/n):y

***
Jangan lupa untuk membuka akses port 10000 jika masih tertutup.

Jika menggunakan Shorewall, tambahkan rulesnya

Untuk akses dari local
ACCEPT loc fw tcp 10000

Untuk akses dari internet
ACCEPT net fw tcp 10000

Jika menggunakan iptables
~$IPTABLES -A INPUT -p tcp -m tcp –dport 10000 -j ACCEPT

Maka sistem yang anda buat bisa diakses dari local dan luar.

Oleh: aguspunya | Januari 15, 2008

Hujan Deras…Angin Kencang… apalagi selanjutnya…

Minggu malam ketika sedang asyik nonton berita tv mengenai kondisi terakhir pak Harto. Aku dikejutkan oleh suara bruaaakkk..!!! yang sangat keras dari atap rumahku, bersamaan dengan itu disertai dengan angin yang sangat kencang. Dan tidak berapa lama hujan pun turun dengan sangat derasnya. Wah….aku kira antena tv ku yang roboh, tapi kenapa tv yang aku tonton masih dapat menerima sinyal? Aku hanya mengintip keluar dari jendela samping rumah untuk melihat ada apa di luar. Karena tidak ada apa-apa, aku lanjutkan saja menonton tv. Tak berapa lama aku mendengar suara seng terkibas-kibas angin kencang, disertai suara glodhaaakkk… brakkk!!! Hah aku terkaget-kaget dibuatnya… Karena penasaran aku berjalan kedepan rumah untuk mengintip keluar melalui jendela depan rumah. Walah…!!! betapa kagetnya aku melihat ruang tamu di rumahku dipenuhi dengan air hujan yang menetes dari plafon rumah… Seketika itu juga melihat satu seng multiroof sudah tergeletak di halaman rumah… Cepat-cepat aku mengambil peralatan tukang dan meminjam tangga dari tetangga sebalah untuk naik mengecek kondisi atap. Heh ternyata lima seng multiroof sudah copot dan terbang dari tempatnya. Daripada rumahku keburu basah kebanjiran air hujan, aku nekat naik ke atap rumah walaupun malam masih hujan deras disertai angin kencang. Satu per satu dari lima seng multiroof aku pasang, dan akhirnya selesai. Alhamdulillah aku selamat masih bisa turun dan masuk ke rumah (aku masih trauma karena sebelumnya di belakang rumah hampir kena petir yang menyambar antena tv, untung tangan kiriku hanya kena loncatan listriknya saja…wuihhh). Setelah selesai membetulkan atap selanjutnya mengepel plafon di atas, lumayan dapat dua ember 4 literan air hujan (untung plafonku gak ambruk ke bawah). Disaat bersamaan saat masih di atas plafon, aku mendengar suara gemuruh pesawat commuter terbang rendah lewat di atas rumah, kejadian ini yang diributkan warga sekitar jalan Linkar Selatan mengenai isu pesawat jatuh. Akhirnya semua pekerjaan mengepel plafon & lantai selesai, ketika itu jam sudah menunjukkan 22:20 hujan disertai angin kencang juga sudah reda. Wuih capek juga…

Oleh: aguspunya | Agustus 4, 2007

Memahami Distribusi Perangkat Lunak Microsoft

Perlu diketahui, bahwa dalam masalah perangkat lunak komputer, terdapat berbagai kebijakan tergantung dari vendor perangkat lunak tersebut. Dalam dokumen ini, hanya akan dijelaskan mengenai kebijakan distribusi dan penjualan perangkat lunak komputer milik Microsoft.

Tiga Macam Jalur Lisensi

Bicara mengenai distribusi perangkat lunak Microsoft, tidak bisa dilepaskan dari tehnik lisensinya. Berikut ini adalah tehnik lisensinya.

3license.jpg

Gambar 1 – Tiga jalur lisensi Microsoft

Terlihat diatas, ada 3 macam jalur lisensi dari Microsoft. Berikut ini adalah penjelasan singkat dari masing-masing jalur diatas.

Full Package Product (FPP). Adalah produk yang bisa ditemui pada website-website terkenal semacam www.amazon.com . Produk ini memang ditujukan bagi pengguna perseorangan.

Jalur lisensi FPP, produknya dikemas dalam dus bagus dan disertai buku manual. Dari segi harga, jenis lisensi ini adalah yang paling mahal.

Original End Manufacturing (OEM). Microsoft bekerjasama dengan pihak pabrik dan perakit PC untuk menjual PC yang dihasilkan sekaligus dengan SO Windows yang ada (bundled).

Perlu diketahui, bahwa untuk lisensi OEM, hanya terdapat produk SO Desktop, SO Server, dan Office saja. Tidak akan ditemui Visual Studio atau Visio misalnya.

Selain itu, juga tidak akan ada perbedaan harga antara konsumen dari kalangan pemerintahan/komersial, pendidikan, atau organisasi nir-laba.

Open License Program. Ini adalah jalur yang khusus ditujukan bagi konsumen-konsumen yang ingin membeli perangkat lunak Microsoft dalam jumlah lebih dari 5 lisensi.

Dipandang dari segi harga, kelengkapan produk, dan investasi. Jenis lisensi ini adalah yang paling lengkap dan murah. Mengapa ? karena adanya opsi semisal Software Assurance (SA) dan Select Agreement. Dimana secara investasi dan arus kas amat menguntungkan.

Catatan : Dalam pembelian OLP, pembeli sebaiknya juga membeli CD installer untuk tiap macam software yang dibelinya setidaknya satu unit

Tiga Macam Distribusi Harga

Seperti disinggung secara tersirat diatas, bahwa selain ada jalur lisensi, ada juga macam distribusi harga tergantung dari siapa pengguna akhirnya.

Disinilah Microsoft membedakan dalam 3 golongan konsumen, yaitu :

Kalangan Pemerintahan dan Komersial. Adalah golongan yang mendapat harga tertinggi. Pada golongan ini, bisaanya ada kode NL atau C dibagian daftar harga.

Siapa yang berhak mendapat harga OLP NL dan OLP C, tergantung dari jumlah point pembelian perangkat lunaknya.

Kalangan Pendidikan. Semua sekolah dari tingkat TK hingga universitas termasuk dalam kategori ini. Bahkan lembaga kursus pun juga termasuk dalam golongan ini.

Pada golongan pendidikan, harga jelas jauh lebih murah daripada milik golongan pemerintahan dan komersial

Kalangan Organisasi Nirlaba. Golongan ini semisal Yayasan yang bergerak dalam bidang kesehatan atau semacamnya, organisasi politik, organisasi keagamaan (semisal NU atau Muhammadiyah), dsb.

Harga bagi golongan konsumen ini adalah diatas harga kalangan pendidikan dan dibawah harga kalangan pemerintahan dan komersial.

Sumber : Airlangga B. Amitaba

Kategori